AWS Dukung Percepat Pertumbuhan Startup dan UKM di Indonesia Melalui Layanan Cloud
15516
post-template-default,single,single-post,postid-15516,single-format-standard,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.8,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-5.7,vc_responsive

AWS Dukung Percepat Pertumbuhan Startup dan UKM di Indonesia Melalui Layanan Cloud

AWS Dukung Percepat Pertumbuhan Startup dan UKM di Indonesia Melalui Layanan Cloud

Dr Werner Vogels, Chief Technology Officer Amazon.com

Jakarta, 21 September 2018 – Amazon Web Services (AWS), anak usaha Amazon.com, melihat potensi yang cukup besar untuk industri startup di Indonesia. Banyak layanan mereka yang saat ini digunakan oleh startup lokal, termasuk unicorn seperti Gojek, Traveloka, Halodoc, Traveloka, Grab, Moka, dan lainnya. 

Pihak AWS mengungkapkan jika andalan para startup itu adalah cloud computing, yang target pasarnya untuk semua kalangan, mulai dari startup, UKM, korporasi, sampai institusi pemerintahan sekalipun.

Cloud computing, yang biasa dikenal sebagai cloud adalah layanan komputasi on-demand yang terdiri dari server, penyimpanan, database atau jaringan melalui internet. Solusi ini diharapkan memungkinkan startup atau perusahaan rintisan, serta usaha kecil dan menengah di Indonesia untuk berinovasi, meningkatkan keamanan dan kelincahan dalam berusaha

Dr Werner Vogels, Chief Technology Officer Amazon.com, dalam acara AWS Startup Day yang digelar di Jakarta pada 20 September 2018 mengatakan bahwa cloud akan meningkatkan kapasitas perusahaan lokal. Amazon Web Services (AWS), anak perusahaan dari Amazon.com, yang menyediakan platform komputasi awan on-demand untuk individu dan organisasi di seluruh dunia, telah membantu beberapa startup dan UKM di Indonesia. 

AWS telah mengubah biaya untuk memulai bisnis secara radikal. Sementara nilai investasi dari para pemodal ventura pada perusahaan rintisan telah meningkat dua kali lipat sejak dibukanya layanan AWS. Selain itu lebih banyak investasi yang mendapatkan return yang lebih tinggi secara signifikan

Nick Walton, Managing Director AWS untuk wilayah ASEAN

Nick Walton, Managing Director AWS untuk wilayah ASEAN, mengatakan bahwa teknologi AWS memungkinkan pelanggan, termasuk perusahaan berskala besar, untuk meningkatkan fleksibilitas dan kelincahan mereka. Dia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan berskala besar perlu berinovasi seperti yang dilakukan startup untuk mendapatkan pijakan yang kuat di era digital.

Nick mengharapkan bahwa AWS dapat membantu perusahaan rintisan meningkatkan operasi mereka dan memperluas skala bisnisnya. AWS juga telah membentuk kemitraan dengan inkubator, akselerator, dan investor pemula untuk mendukung startup.

Traveloka sebagai perusahaan rintisan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring adalah salah satu pengguna layanan AWS di Indonesia. Denni Gautama, VP of Engineering Traveloka menjelaskan bahwa dengan menggunakan AWS, manfaat yang didapatkan adalah bisa membawa produk baru ke pasar lebih cepat dari sebelumnya, bisa mengerjakan lebih banyak hal dengan lebih sedikit usaha serta menciptakan keluwesan, scalability, keandalan dan keamanan.

Sementara Jonathan Sudharta, CEO HaloDoc menyatakan bahwa sebagai penyedia aplikasi solusi kesehatan, HaloDoc mengandalkan layanan cloud dari AWS. AWS membentuk sistem jaringan data kesehatan termasuk lebih dari 1000 apotek, ratusan rumah sakit dan ribuan para mitra dokter.

Menurutnya dengan menggunakan AWS, pihaknya bisa lebih cepat memasuki pasar karena hal ini sangat kritis bagi perusahaan rintisan, mengurangi waktu untuk memelihara infrastruktur sehingga bisa lebih fokus pada feature yang disukai para pengguna, dan skalabilitas yang lebih mudah terutama pada waktu-waktu yang sibuk.

AWS mengklaim jika layanan cloud miliknya mampu nenciptakan produk dengan cepat, menghemat lebih banyak ongkos produksi sehingga bisa meningkatkan skala ekonomi perusahaan, dan yang terpenting adalah memberikan keamanan bagi data konsumen.

"Jika kamu ingin memulai merintis usaha, tak perlu pikir panjang. Lakukan saja secepat mungkin. Yang terpenting dalam membuat startup adalah Security harus menjadi prioritas utama," ujar Vogels.

Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan AWS telah naik sebesar 49 persen, dengan total penghasilan USD1,4 miliar. AWS berkontribusi sekitar 11 persen dari total revenue Amazon di kuartal ini.

— END —

Tentang Amazon Web Services

Selama lebih dari 12 tahun, Amazon Web Services telah menjadi platform cloud yang paling komprehensif dan diadopsi secara luas di dunia. AWS menawarkan lebih dari 125 layanan berfitur lengkap untuk komputasi, penyimpanan, basis data, jaringan, analitik, pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), seluler, keamanan, hibrida, virtual dan augmented reality (VR dan AR), media, dan pengembangan aplikasi, penyebaran, dan manajemen dari 55 Zona Ketersediaan (AZs) dalam 18 wilayah geografis dan satu Wilayah Lokal di seluruh dunia, mencakup AS, Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Irlandia, Jepang , Korea, Singapura, dan Inggris. Layanan AWS dipercaya oleh jutaan pelanggan aktif di seluruh dunia — termasuk perusahaan rintisan yang tumbuh paling cepat, perusahaan terbesar, dan lembaga pemerintah terkemuka — untuk memperkuat infrastruktur mereka, membuat mereka lebih gesit, dan menurunkan biaya. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang AWS, kunjungi https://aws.amazon.com.

Tentang Amazon

Amazon dipandu oleh empat prinsip: obsesi pelanggan daripada fokus pesaing, semangat untuk penemuan, komitmen untuk keunggulan operasional, dan pemikiran jangka panjang. Ulasan pelanggan, belanja 1-klik, rekomendasi pribadi, Perdana, Pemenuhan oleh Amazon, AWS, Kindle Direct Publishing, Kindle, tablet Api, Fire TV, Amazon Echo, dan Alexa adalah beberapa produk dan layanan yang dipelopori oleh Amazon. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.amazon.com/about dan ikuti @AmazonNews

Tags:
,
No Comments

Post A Comment